Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang

Business166 Views

Apple secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI beserta dua mantan eksekutifnya. Gugatan tersebut menuduh adanya pencurian rahasia dagang terkait pengembangan perangkat keras untuk ChatGPT. Kasus ini diajukan setelah penutupan pasar keuangan pada hari Jumat dan langsung menarik perhatian industri teknologi.

Dalam dokumen gugatan, Apple menyebut nama Chang Liu dan Tang Tan sebagai pihak yang diduga terlibat. Tang Tan sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden desain produk untuk iPhone dan Apple Watch. Keduanya kini bekerja di OpenAI dan perusahaan anaknya, io Products. Tuduhan utama meliputi penyalahgunaan rahasia dagang serta pelanggaran kontrak.

Apple mengklaim bahwa Tan telah bertemu dengan perwakilan OpenAI sebelum meninggalkan perusahaan untuk membahas pemasok utama Apple. Ia juga diduga mengirimkan informasi rahasia mengenai pemasok dan ringkasan internal ke alamat pribadi. Selama proses rekrutmen, Tan menggunakan nama kode proyek internal Apple untuk mengekstrak informasi lebih lanjut dari kandidat.

Gugatan menyebutkan bahwa kandidat diminta membawa komponen fisik Apple ke sesi wawancara. Seorang karyawan Apple yang masih aktif bahkan mengambil tangkapan layar dan mengunduh berkas proyek rahasia sebelum menghadiri sesi rekrutmen OpenAI. Tan juga diduga memberikan arahan kepada karyawan baru tentang cara menghindari pengawasan saat keluar dari Apple.

Sementara itu, Chang Liu disebut masih memiliki akses ke jaringan internal Apple melalui laptop yang dikeluarkan perusahaan setelah ia bergabung dengan OpenAI pada Januari 2026. Liu diduga mengunduh lebih dari seribu halaman dokumen rahasia, termasuk presentasi teknis dan lembar kerja. Pesan teks Liu kepada rekan kerjanya yang masih di Apple menyebut akses tersebut sebagai hal yang lucu.

OpenAI merespons gugatan tersebut dengan pernyataan singkat bahwa perusahaan tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang pihak lain. Fokus mereka tetap pada pengembangan teknologi inovatif.

Kasus ini berpotensi memperumit rencana OpenAI dalam merekrut talenta perangkat keras. Dengan lebih dari 400 mantan insinyur dan eksekutif Apple yang sudah bergabung, strategi rekrutmen OpenAI kini berada di bawah sorotan hukum. Hal ini dapat memengaruhi hubungan kerja sama dengan pemasok seperti Foxconn dan Luxshare yang selama ini menjadi andalan Apple.

Dari sudut pandang industri, gugatan ini menyoroti persaingan ketat dalam pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan yang berhasil merekrut talenta dari kompetitor berisiko menghadapi tuntutan serupa jika tidak menjaga batasan etika dan hukum terkait informasi rahasia.

Selain itu, gugatan ini menegaskan pentingnya perlindungan data internal di perusahaan teknologi besar. Apple menekankan bahwa informasi mengenai proses manufaktur yang gagal pun merupakan aset berharga yang tidak boleh dimanfaatkan pihak lain secara tidak sah. Langkah hukum ini dapat menjadi preseden bagi perusahaan lain yang menghadapi situasi serupa di masa depan.