Apple Perluas Gugatan Rahasia Dagang terhadap OpenAI

Business88 Views

Apple telah memperluas upaya hukumnya dalam kasus dugaan pencurian rahasia dagang terhadap OpenAI dengan mengirimkan surat perintah pelestarian dokumen kepada puluhan mantan karyawannya. Sekitar 40 mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI menerima pemberitahuan resmi ini, yang mewajibkan mereka menyimpan segala bentuk komunikasi dan dokumen yang relevan dengan gugatan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari gugatan utama Apple yang menuduh OpenAI serta mantan Wakil Presiden Apple, Tang Tan, melakukan koordinasi pencurian data rahasia. Tan, yang telah bekerja selama 24 tahun di Apple dan kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI, menjadi salah satu figur sentral dalam kasus ini. Apple mengklaim bahwa OpenAI menggunakan nama kode proyek internal untuk menggali informasi lebih lanjut selama proses wawancara.

Perintah pelestarian dokumen ini memiliki implikasi hukum yang serius. Mantan karyawan diwajibkan untuk tidak menghapus pesan elektronik, email, maupun catatan lain yang dapat menjadi bukti. Pelanggaran terhadap perintah semacam ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum, sehingga memperkuat posisi Apple dalam mengumpulkan bukti.

Selain itu, kasus ini menyoroti dinamika persaingan di sektor perangkat keras berbasis kecerdasan buatan. Pengetahuan tentang hubungan dengan pemasok, asumsi manufaktur, serta prioritas peta jalan produk merupakan aset yang sulit digantikan dan sering kali menjadi titik sensitif dalam perekrutan lintas perusahaan. Pengadilan yang memperlakukan wawasan semacam ini sebagai rahasia dagang berpotensi membuat mobilitas talenta di industri teknologi menjadi lebih rumit secara hukum.

Apple juga menuntut agar OpenAI dilarang menggunakan informasi rahasia Apple dalam pengembangan perangkat kerasnya. Perusahaan tersebut mencari ganti rugi dan menuntut dua mantan karyawan atas pelanggaran kontrak kerja. Sementara itu, OpenAI membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak mengetahui adanya bukti yang mendukung klaim Apple.

Kasus ini juga berkaitan dengan rencana OpenAI untuk mengembangkan perangkat keras dengan melibatkan desainer legendaris Jony Ive. Meskipun Ive tidak disebutkan dalam gugatan, Apple berupaya memastikan bahwa pengetahuan tentang proses desain dan rantai pasokan tidak berpindah ke pihak pesaing. Perkembangan ini dapat memengaruhi strategi perekrutan di seluruh industri, khususnya menjelang penawaran umum perdana OpenAI yang direncanakan.

Dengan melibatkan lebih banyak individu melalui perintah pelestarian, Apple menunjukkan keyakinannya bahwa dugaan penyalahgunaan informasi rahasia mungkin lebih luas daripada yang terungkap sebelumnya. Langkah ini dapat menjadi preseden bagi perusahaan teknologi lain yang menghadapi persaingan ketat di bidang kecerdasan buatan dan perangkat keras.