Forg365: Platform Phishing-as-a-Service yang Mengandalkan AI untuk Serang Microsoft 365

Business174 Views

Sebuah platform phishing-as-a-service bernama Forg365 yang didistribusikan melalui Telegram kini menurunkan hambatan teknis bagi pelaku kejahatan siber untuk melakukan pengambilalihan akun Microsoft 365. Platform ini menyediakan alat otomatis yang memanfaatkan pembuatan umpan phishing berbantuan kecerdasan buatan, penyalahgunaan device code, serta teknik adversary-in-the-middle.

Menurut penelitian ZeroBEC, Forg365 menawarkan masa percobaan gratis lima hari sebelum menerapkan langganan bulanan sebesar 400 dolar AS atau tahunan sebesar 3.800 dolar AS. Pengguna dapat membangun umpan phishing, mengelola pengiriman email, serta memantau kotak masuk Microsoft 365 yang telah berhasil dikompromikan melalui satu panel kendali terpusat. Layanan ini dilengkapi templat yang meniru platform bisnis populer seperti DocuSign, Adobe Acrobat Sign, SharePoint, dan OneDrive.

Analis senior Omdia Jonathan Ong menekankan bahwa integrasi AI dalam Forg365 merupakan aspek yang paling mengkhawatirkan dibandingkan layanan phishing-as-a-service sebelumnya. Integrasi tersebut memungkinkan pembuatan umpan yang lebih meyakinkan dan adaptif terhadap respons korban potensial.

Dalam operasinya, Forg365 mengklasifikasikan pengunjung untuk menentukan apakah akan menampilkan halaman phishing device code, aliran adversary-in-the-middle, atau halaman umpan palsu yang tidak berbahaya. Pendekatan ini membantu menyembunyikan aktivitas phishing dari alat keamanan otomatis dan peneliti. Device code attack memanfaatkan proses autentikasi Microsoft yang sah sehingga tampak kredibel bagi korban.

Salah satu fitur tambahan adalah ekstensi browser ForgCookie yang memungkinkan penyerang menghasilkan serta memperbarui cookie single sign-on Microsoft langsung dari peramban mereka sendiri. Fitur ini mempersulit respons insiden karena reset kata sandi saja tidak serta-merta mengakhiri sesi yang telah dicuri.

Dari perspektif pertahanan, organisasi perlu mempertimbangkan pembatasan penggunaan device code authentication di Microsoft Entra ID jika tidak benar-benar diperlukan. Langkah ini dapat mengganggu sebagian alur serangan Forg365 meskipun tidak menghentikan teknik adversary-in-the-middle atau pencurian cookie sesi.

Selain itu, meningkatnya komoditisasi alat serangan melalui model langganan menunjukkan evolusi ekonomi kejahatan siber yang semakin terstruktur. Hal ini berpotensi meningkatkan frekuensi serangan terhadap perusahaan menengah yang memiliki sumber daya keamanan terbatas.

Penerapan autentikasi tahan phishing seperti FIDO2 atau WebAuthn passkey menjadi prioritas yang setara dengan pembatasan device code. Tim keamanan juga disarankan memantau aktivitas sign-in non-interaktif serta perubahan aturan penerusan email yang tidak sah setelah insiden terdeteksi.

Secara keseluruhan, Forg365 mencerminkan tren di mana teknologi AI dan otomatisasi mempercepat industrialisasi serangan siber yang sebelumnya memerlukan keahlian tinggi.