Lonjakan Harga Memori Dorong Smartphone Murah Menuju Penurunan Tajam

Business175 Views

Data industri menunjukkan bahwa Apple dan Samsung semakin mendominasi pasar smartphone global dengan pangsa gabungan mencapai 42 persen pada kuartal kedua 2026. Kondisi ini terjadi di tengah penurunan penjualan keseluruhan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Vendor-vendor kecil menghadapi tekanan yang jauh lebih berat karena ketidakmampuan mereka menegosiasikan harga komponen secara kompetitif.

Harga DRAM dan memori telah meningkat hingga empat hingga lima kali lipat dalam satu tahun terakhir. Bagi produsen di segmen bawah, biaya memori dan penyimpanan kini menyumbang lebih dari 60 persen dari total biaya produksi. Peningkatan ini menyebabkan margin keuntungan yang sudah tipis menjadi semakin tergerus, sehingga Omdia memperkirakan penurunan volume sebesar 22 persen pada segmen smartphone di bawah 400 dolar.

Perusahaan-perusahaan besar mampu menyerap kenaikan biaya karena skala produksi yang masif. Sebaliknya, vendor kecil tidak memiliki daya tawar yang sama, sehingga banyak di antaranya terpaksa menaikkan harga atau mengurangi volume produksi secara signifikan. Situasi ini mendorong pergeseran strategi industri dari fokus pada volume menuju orientasi nilai, di mana produsen menyesuaikan portofolio dan harga eceran untuk mempertahankan profitabilitas.

Selain tekanan memori, bottleneck baru di sektor semikonduktor turut memperburuk kondisi. Kapasitas foundry yang terbatas menambah biaya komponen lain, sehingga rata-rata harga jual smartphone diperkirakan akan naik dalam 12 bulan ke depan. Apple berpotensi memimpin tren ini melalui peluncuran seri iPhone Pro dan Ultra pada September mendatang.

Salah satu dampak yang perlu dicermati adalah semakin terbatasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap perangkat baru. Di banyak negara berkembang, smartphone murah menjadi pintu masuk utama ke layanan digital, sehingga penurunan ketersediaan produk ini dapat memperlambat inklusi digital secara keseluruhan.

Selain itu, ketergantungan pasar terhadap dua pemain utama berisiko mengurangi persaingan, yang pada gilirannya dapat memperlambat inovasi di segmen harga terjangkau. Vendor kecil yang tersisa mungkin terpaksa bergabung melalui aktivitas merger dan akuisisi atau beralih sepenuhnya ke pasar refurbished untuk bertahan.

Rencana OpenAI meluncurkan perangkat keras berbasis AI pada 2027 menambah ketidakpastian. Produk tersebut akan menuntut komponen memori dan prosesor yang sama dengan perangkat smartphone, sehingga berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga lebih tinggi. Tekanan tambahan ini kemungkinan akan mempercepat konsolidasi pasar dan memperlebar kesenjangan antara pemimpin industri dengan pelaku kecil.

Dengan meningkatnya biaya komponen dan dominasi yang semakin kuat dari Apple serta Samsung, prospek segmen smartphone murah tampak semakin suram. Pasar global diperkirakan akan menyaksikan lebih sedikit pilihan perangkat terjangkau dalam waktu dekat, sementara konsumen kelas menengah ke bawah harus menyesuaikan anggaran atau mempertimbangkan opsi bekas.