Qualcomm Tunjukkan Transisi Modem Apple Hampir Rampung

Business560 Views

Qualcomm menyatakan bahwa transisi Apple dalam pengembangan modem sendiri berlangsung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Pernyataan ini muncul setelah Qualcomm melaporkan penurunan pendapatan dari bisnis komponen untuk perangkat Apple yang lebih besar dari antisipasi awal. Penurunan tersebut dikaitkan dengan ketersediaan pasokan yang terbatas, bukan semata-mata karena permintaan pasar.

Menurut pernyataan resmi, Qualcomm memperkirakan bagiannya dalam rantai pasok iPhone generasi mendatang akan berada di bawah target yang telah ditetapkan. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa pendapatan di masa depan akan lebih banyak berasal dari permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, Qualcomm berencana menaikkan harga modem mulai September mendatang.

Apple diketahui sedang memperluas penggunaan modem C-series buatan sendiri pada lini iPhone. Modem C1 dan C1X telah digunakan pada model tertentu, sementara varian C2 dijadwalkan untuk seri iPhone 18 Pro. Modem buatan Apple ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi baterai, memperkuat privasi jaringan seluler, serta mendukung efisiensi jaringan berbasis kecerdasan buatan.

Transisi ini berdampak langsung pada posisi Qualcomm sebagai pemasok modem. Saat ini, modem Qualcomm masih digunakan terutama untuk dukungan mmWave di pasar Amerika Serikat. Di luar wilayah tersebut, dukungan mmWave masih terbatas, sehingga peluang Qualcomm untuk mempertahankan pangsa pasar pada perangkat Apple semakin menyempit.

Apple juga diketahui terlibat dalam pengembangan standar 6G. Keterlibatan tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi mmWave yang saat ini masih didominasi Qualcomm. Langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi jadwal peluncuran iPhone yang direncanakan berlangsung dua kali dalam setahun.

Dari sisi industri semikonduktor, percepatan transisi modem Apple dapat memengaruhi dinamika persaingan antara produsen komponen. Qualcomm berupaya mengalihkan fokus ke segmen pusat data, sementara Apple memperkuat kendali atas rantai pasok internalnya. Perubahan ini juga berpotensi memengaruhi negosiasi lisensi paten yang akan berakhir pada Maret 2027.

Secara keseluruhan, perkembangan ini mencerminkan strategi Apple untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal sekaligus meningkatkan integrasi vertikal. Qualcomm, di sisi lain, menyesuaikan proyeksi bisnisnya untuk menghadapi perubahan tersebut. Kedua perusahaan tampaknya sedang mempersiapkan diri menghadapi fase baru dalam industri telekomunikasi seluler.